Once my friend said long time ago, " If you want to compare coffee shop, you can order Piccolo"
Apa sih piccolo? dalam bahasa Italia artinya kecil atau mungil. Dan piccolo latte adalah minuman kopi susu berbasis single shot espresso yang disajikan dalam gelas kecil berukuran 85-114 ml, memberikan rasa kopi yang intens namun lembut.
Dan memang sejak tahu itu gue jadi selalu memesan piccolo. Karena selain rasa kopinya cukup intens, tapi masih ada susunya yang bikin rasanya menjadi menyenangkan karena disajikan dalam gelas yang kecil dan memberikan rasa manis meskipun tanpa gula. Jadi biasanya kalau gue lagi pengen kopi tapi yang ga terlalu simple kaya ice americano atau yang terlalu manis kaya kopsus gula aren, piccolo akan hadir. Gue bahkan pernah bikin satu cerpen yang berjudul piccolo, sedalem itu.
Itu akhirnya yang bikin gue akhirnya memutuskan untuk bikin piccolo project dalam rangka menyambut usia setengah abad ini. Selain mengumpulkan cerpen yang gue tulis sendiri sebanyak 50 cerita. Gue akan minum 50 piccolo di 50 tempat yang berbeda. Dan ternyata perjalan piccolo ini menjadi menyenangkan. Karena gue akhirnya tahu bahwa tidak semua coffee shop menyajikan menu piccolo karena harus menggunakan gelas khusus dan yang paling penting rasa piccolo di setiap kedai kopi adalah berbeda. Dan gue akhirnya bisa menyimpulkan piccolo seperti apa yang gue suka.
Dan gue akan bercerita 10 piccolo pertama gue dalam rangka mengumpulkan 50 piccolo sebelum tanggal 27 April 2027. Dan perjalanan ini dimulai di bulan Agustus 2025.
1. The Goods Dept PIM 2
Disini gue menikmati piccolo pertama gue bersama anak pertama gue. Waktu itu gue inget, kita habis makan sushi yang selalu ramai di weekend. Bulan Agustus 2025, gue dan anak gue sedang dalam kondisi baru selesai dari satu pekerjaan yang mengikat jadi ini mungkin semacam perayaan buat kita berdua. Rasa piccolo di sini tidak terlalu strong tapi salah satu gelas piccolo dengan latte art tercantik.
2. Joe and Dough Bridge PIM 3
Piccolo kedua dinikmati bersama dua orang sahabat dan salah satu yang sudah lama tidak bertemu. Seru, berjam-jam ngobrol dan cerita-cerita berbagai hal karena sudah lama ga ketemu. Dan ini adalah salah satu piccolo terenak yang pernah gue coba dan gue inget. Kaya semuanya pas aja.
3. Levant Boulangerie Cipete
Piccolo ketiga bersama sahabat2 re. Pulang latihan angklung, habis makan siang di IBC ngerayaib ultah bulan April dan May, dan berakhirlah kita dengan ngopi di sini. Tapi ternyata rasa piccolo ga terlalu seperti yang gue pengen. Cuma, pizza over the laughter was the best!
4. Toho - Citos
Salah satu picolo yang dinikmati sendirian. Lupa karena apa, kayanya karena gue perlu beli sesuatu di Matahari. Dan berakhir dengan ngopi dan makan siang di resto ini. Penasaran karena resto adalah gabungan antara Kopi Tuku dan Toodz cafe. piccolo is good, mie ayam yang gue pesen juga enak. Cuma es teh tawarnya terasa agak basi, dan gue sempet ngomong sebelum pulang karena khawatir mereka akan menyajikan teh yang sama ke pengunjung lain, informasi yang gue sampaikan sambil lalu malah diapresiasi dengan pistachio gelato yang enak dari pihak restonya. Thanks a lot, man.
5. N.O.B kemang
Perjalanan ke Kemang bersama tetangga sekaligus sahabat adalah dalam rangka mengunjungi pameran lukisan dari salah seorang teman. Sebelumnya kita makan ayam goreng favoritnya Nicholas Saputra dulu di Cipete. Yang meskipun porsinya kecil tapi enakkkk. Dan setelah melihat pameran lukisan yang keren banget, yah karena gue ga bisa gambar, kita cus buat ngopi. Yang gue ingat coffee shopnya ada di Kemang Timur, jadi coffee shop berada di satu area yang isinya beberapa toko seperti yang banyak kita temui di Bandung, seperti creative2 space gitu. Seru banget karena ada farm di tengah kota dan layout coffee shopnya juga yang blong aja gitu cuma berasa kaya di Lembang karena sangat hijau. Pulangnya agak gerimis kita akhirnya pinjam payung untuk ke mobil yang letaknya agak jauh. Dan sempet2nya difotoin sama mba kopinya. Ma kasih yah....
6. Kenangan Boulangerie Sency
Kalau ini tiba2 menemukan piccolo secara ga sengaja. Waktu itu gue lagi mau lihat pameran sendirian. JICAF atau yah pameran art illustration gitulah yang lokasinya di Sency. Dan pas menuju ke venuenya gue ngelewatin si Kenangan Boulangerie ini, jadi kan penasaran. Ini kaya kedai kopi kenangan versi mewahnya gitulah. Dan bener menu kopinya juga lengkap termasuk si piccolo ini. Rasanya gimana? Kalau rasanya sih yang ga terlalu strong dan bukan termasuk jenis piccolo yang gue cari sih.
7. Smiljan Cipete
Nah ini juga salah satu piccolo terenak. Gue suka. Tentang cafenya, waktu itu gue janjian sama temen gue yang book buddies alias kita ketemuan itu kalau masing2 dari kita sudah nyelesain baca buku yang kita tukeran dan kali ini kita ketemunya di Smiljan Cafe. Smiljan ini sebenarnya ada di beberapa tempat tapi gue belum pernah sama sekali ngopi di sana. Karena ada di Matraman kejauhan, di Blok M tempatnya terlalu kecil dan penuh, di Bintaro nah kaya ga menarik aja daerahnya karena gue penasaran banget, dia itu kedai kopi yang juga perpustakaan jadi kita bisa baca buku yang ada di sana sambil ngopi. Gitu. Nah, begitu mereka buka di Cipete dan lokasinya ga gitu jauh dari MRT yah, cuslah, meskipun gue ga naik MRT juga, tapi kaya masih managable aja lokasinya. Kecuali parkirannya yang cuma muat dua mobil dan nanjak dan elo harus parkir mundur. But, overall experiencenya oke banget, mereka punya outdoor yang hijau dan yang penting mushollanya nyaman. Yah kan?
8. Makmur Jaya Bandung
Nah perjalanan kali ini menjauh sejenak dari Jakarta. Begitu sampai tentu saja gue langsung mampir ke Makjay sebagai tujuan utama dan mandatory. Tapi kali instead kopsus gula aren yang selalu terngiang2 di otak, gue order piccolo. Dan tampaknya gue terlalu high expectation dengan si piccolo ini, karena kopsusnya enak dan kopi hitamnya juga enak, but mungkin piccolonya bukan selera gue aja sih. Cuma, chicken mushroom trufflenya sih tetap the best sih....Jadi rindu...
9. Bumi Meloka Ciwidey
Kali ini lebih menjauh lagi dari kota Bandung. Kita mampir di Bumi Meloka di Ciwidey setelah satu malah girls's trip sama mama, teteh dan adik ipar dalam rangka ngerayain ultah mama. Seru kan? ga nyakngka ada coffee shop serius di daerah ciwidey gini. Dan enak lho piccolonya. Suasananya udah pasti bikin beda karena masih kerasa dingin2nya hawa di Ciwidey.
10. Sakara Kopi Bali Panglima Polim
























































