Featured post

Wednesday, 27 May 2026

Perayaan Satu Dekade

 Finally, 10 tahun. Apanya, bukan menjadi lebih baik sih, tapi tetap berusaha menjadi baik. Jangan main2 dengan kata semoga menjadi haji yang mabrur, karena untuk tetap menjadi orang yang baik dan taat itu sungguh sulit. Tapi, Alhamdulillah, seenggaknya gue sudah menutup rambut, meskipun untuk pilihan berpakaian gue belum benar2 syari. Gue belum rajin pakai kaos kaki, hijab pun belum menjuntai sampai ke dada. But at least gue lebih baik dari sepuluh tahun yang lalu kan?

Bandung, 2017


Dannn... Gue baru posting tentang ini juga di IG sih, gue juga berhasil mengumpulkan sepuluh foto setiap tahunnya ketika gue mulai berhijab. Dan transformasi itu sungguh terasa. Dari yang tadinya mati gaya, ga tau gimana cara mau pakai style apa? Sampai sekarang sudah benar2 nyaman. Mau kemana aja, ayolah gue udah tahu harus pakai baju apa.

Waktu mau berangkat haji, gue random aja pilih baju dan kerudung yang mau gue pakai. Iya sih, mostly pasti bergo. Karena memang itu yang paling nyaman untuk dipakai di sana. Untuk baju pun yang penting longgar aja. Dan, pas mulai ngantor, deg2an juga karena biar gimana gue minoritas di departemen sales ini. Untungnya pas boss gue nanya, ini kamu pakai sementara atau seterusnya, yah... gue jawab sambil nyengir, yah seterusnyalah, Pak. kan udah haji.. Hahaha... Bahkan gue gak tahu harus merespon seperti apa. 

Mekah, 2016


Dan... dimulailah dengan pashmina2 itu, karena gue ngerasanya pashmina bisa buat jadi gak tua2 amat. Padahal kalau dipikir2 waktu itu umur gue ga tua2 amat yah baru 39 tahun. Not even 40! Tapi yah karena lingkungan gue memang dipenuhi anak2 muda jadilah gue merasa tua sebelum waktunya. Mulailah dengan pashmina2 yang gue pakai ngantor dengan style dibelit2. Ribetlah pokoknya, cuma pakai bros kecil di dague dan pin di bagian atas, karena gue parno dengan jarum pentul jadi sebisa mungkin gue menghindari style yang harus pakai jarum pentul. Kemudian munculah era gue pakai pashmina instan. kaya tiba2 semua jadi praktis, cuma perlu satu pin dan siap gue ke kantor.  

Singapore, 2018
Incheon 2019




Nextnya, ada yang jual voal segi empat warna warni di kantor. Warnanya lucu2 dan waktu itu memang trend warna sekala macam, coksu, capuccino, biru BCA, dusty pink, dusty blue, dusty ungu, dan berbagai shades hijau. Dan akhirnya gue juga membeli hampir semua warna, dan bahan voal yang ga kaku, ringan di kepala ga bikin gue keliahatan tua bikin gue jatuh cinta. Kemudian gue mulai kenal juga bandana rajut yang ternyata lebih nyaman dan ga licin, terus.. sampai akhirnya gue menemukan bandana kaos dan jatuh cinta, sampai sekarang. 

GWK, 2020

PIK 2021



Prawirotaman, 2022

Kawah Putih, 2023

Desa Adat, 2024

GWK, 2025

Senayan, 2026


Dari mulai style cekek leher, sampai dibiarin effortless, sampai sekarang untuk moment yang agak formal style gue sampir kanan dan pakai bros. Wow tua banget yah rasanya. Kalau buru2 gue lebih suka pakai pashmina kaos, dengan catatan bukan event formal. Tapi yah, milih baju dan pakai hijab sudah tidak menakutkan lagi. 

Ya iyalah, udah sepuluh tahun... Hahaha...

Yang pasti gue bersyukur banget sih bisa ketemu moment yang ternyata ga semua bisa mendapatkannya. Iya kan? Masya Allah Tabarakallah. 


Yah, gitu deh.

Selamat hari Raya Idul Adha.



No comments:

Post a Comment